Tepat tanggal 24 desember 2013 kemarin, hari kelahiran saya berulang sudah mencapai 20 kali. Tapi ada yang mengganjal dalam diri. Kenapa saya harus ingat tanggal lahir saya? Kenapa saya bahagia pada hari itu?
Padahal ya, hari lahir itu harusnya jadi hari paling sedih, terutama buat saya. || Loh kenapa? || Kepala udah 2, tapi apa yang udah saya perbuat? Usia dalam angka nambah satu, berarti umur saya berkurang untuk hidup? Terus kalo berkurang gitu, kenapa saya senyum-senyum? Udah yakin saya bisa bahagia di akhirat?
Yah, sekali lagi saya tegaskan, saya bingung dengan diri saya. Bahagia yang tidak bisa saya sembunyikan, tapi ada sedih yang tak bisa saya ungkapkan.
Apakah saya bahagia hanya karena Hari Ulangtahun sudah lumrah menjadi hari yang spesial dan berbahagia? Atau merasa akan mendapat hadiah dari itu? Atau bahagia karena mereka membawakan saya kue? Atau mendapat doa dari keluarga dan sahabat bahkan dari orang yang tak dikenal? Walaupun doa itu hanya berhenti di satu hari itu aja? Hanya karena itu? Tanya lagi pada hati.
Kenyataannya, selama 20 tahun ini, tumpukan dosa makin banyak, masih bisa dihitung amal baiknya, waktu luang berkurang dan waktu ibadah dipersingkat, tapi waktu maksiat nambah. Masih bisa bahagia dengan tabungan kayak gitu padahal bentar lagi deadline pertanggungjawaban? Astagfirullah.
Perbanyak doa-lah yang pantas kita lakukan di hari ulangtahun. Bersyukur masih bisa mencapai usai 20, dan meminta pada-Nya, agar selalu senantiasa diberi keberkahan umur, pekerjaan, dan rezeki, serta Allah Ridho pada kita. #aamiin yaa Rabbal'alamiin