Rabu, 25 Desember 2013

Ada Apa dengan Saya ?

Tepat tanggal 24 desember 2013 kemarin, hari kelahiran saya berulang sudah mencapai 20 kali. Tapi ada yang mengganjal dalam diri. Kenapa saya harus ingat tanggal lahir saya? Kenapa saya bahagia pada hari itu?

Padahal ya, hari lahir itu harusnya jadi hari paling sedih, terutama buat saya. || Loh kenapa? || Kepala udah 2, tapi apa yang udah saya perbuat? Usia dalam angka nambah satu, berarti umur saya berkurang untuk hidup? Terus kalo berkurang gitu, kenapa saya senyum-senyum? Udah yakin saya bisa bahagia di akhirat?

Yah, sekali lagi saya tegaskan, saya bingung dengan diri saya. Bahagia yang tidak bisa saya sembunyikan, tapi ada sedih yang tak bisa saya ungkapkan.
Apakah saya bahagia hanya karena Hari Ulangtahun sudah lumrah menjadi hari yang spesial dan berbahagia? Atau merasa akan mendapat hadiah dari itu? Atau bahagia karena mereka membawakan saya kue? Atau mendapat doa dari keluarga dan sahabat bahkan dari orang yang tak dikenal? Walaupun doa itu hanya berhenti di satu hari itu aja? Hanya karena itu? Tanya lagi pada hati.

Kenyataannya, selama 20 tahun ini, tumpukan dosa makin banyak, masih bisa dihitung amal baiknya, waktu luang berkurang dan waktu ibadah dipersingkat, tapi waktu maksiat nambah. Masih bisa bahagia dengan tabungan kayak gitu padahal bentar lagi deadline pertanggungjawaban? Astagfirullah.

Perbanyak doa-lah yang pantas kita lakukan di hari ulangtahun. Bersyukur masih bisa mencapai usai 20, dan meminta pada-Nya, agar selalu senantiasa diberi keberkahan umur, pekerjaan, dan rezeki, serta Allah Ridho pada kita. #aamiin yaa Rabbal'alamiin

Minggu, 24 November 2013

Beda-bedo itu Kami.

Lihat, kami dari berbagai kota, dari Sabang sampai Merauke Indonesia, tetapi kami dipersatukan. Beda logat, beda gaya, beda kampung, tetapi kami punya bangsa yang satu. Beda bentuk wajah, beda warna kulit, tetapi kami punya satu hati. Beda kelebihan dan beda kekurangan, tetapi kami punya satu Tuhan.

Perkenalkan, kami, mahasiswa yang baru saja menjalani ujian, dengan baju masih hitamputih, dan wajah yang lusuh, berkumpul sesaat untuk berbagi kebahagiaan, melepas penat walau besoknya masih ada ujian lagi. Tidak ada yang spesial dari masing-masing, tapi kami memberikan yang spesial untuk satu sama lain. Tidak ada yang menarik dari kami, tapi kami tertarik untuk bersama.

Kalian menjadi tempat tujuan ketika ingin berbagi, menjadi tempat berjalan ketika lelah berlari.


@imaniyahhusni dari Tidore yang terkadang usil, anak kedua dari 3 bersaudara ini, memiliki semangat untuk berkreasi. Ia rajin juga menulis, sampai-sampai, slide ditulis dengan sangat rapi, kemudian ia senang lihat tulisannya sendiri, hehe. Cewek cantik @putrindawisty dari Bekasi, walau sukanya nonton Korea, tapi ingatan dia tentang materi sangat kuat. Ia inspirasiku dalam hal memegang prinsip, karena ia kokoh dalam prinsipnya. Ia juga cewek yang gak suka diatur tanpa aturan. Nah, si Probolinggo @kiikiimicky itu cewek gak bisa diem, terkadang ngilang kalau lagi ngumpul, tapi dia cukup cekatan. Suka masak looh. Ia inspirasiku dalam hal memasak, karena secara tidak langsung menyemangatiku untuk belajar masak. Waduh, kalau Lombok @friisskaa mah cewek yang memiliki semangat juang. Tenaganya gak habis walau diterjang badai. Kesana kemari masih aja 'battery' nya kuat, ia juga cewek yang supel, ini yang aku suka. Urang Bandung, teh #LillyNurfitria, walau kata 'apa-namanya' sering keluar dari mulutnya, tapi aku tertarik dengan logikanya yang simpel, ia gak suka hal yang dibikin ribet. Gambar dan kreasinya yang ada di kamarnya juga menginspirasi aku. Hehe. Kalau dari Balikpapan? @jeannyadriyanti mah jangan ditanya. Sekampus udah kenal. Cewek cantik, pinter, cerdas, cekatan juga, dan sangat penuh inspirasi dan kreativitas. Setiap kata yang keluar penuh inspirasi dari pemikiran simpelnya. Tapi suka tidur juga sih, yah wajarlah ya, manusiawi. Hehe. Yang dari Pontianak @ilmaaanh jangan diceritain disini ya, karena itu aku. Kan gak lucu kalau aku menceritakan diriku sendiri, ntar yang bagus-bagus aja ditonjolin. Haha. Nih, yang dari Madura, aku salut dengan kelembutannya. Gak percaya ada orang Madura yang lembut? Yah, ini buktinya si @dwiariningrum, meskipun memang ada campuran Jogja-nya sih. Cewek satu ini sangat kewanitaan. Lemah lembut dan penuh pengertian, serta penuh ekspresi ketika menceritakan kembali berita yang ada di tivi. Tapi awas, kalau bahasa Maduranya keluar, aku diam seribu bahasa. #gakngertiapayangdiomongin. Hem, Riau, kota yang ada di Barat sana, alias Baratnya Indonesia, mengirim @tari_medisch kuliah di Malang. Cewek paling polos alias wajahnya aja yang polos, hehe, sering jadi sasaran pem-bully-an. tapi hebatnya, ia tak pernah marah. Terbuat dari apa yah hatinya? Aku banyak belajar dari kesabarannya.

Sebenernya ada lagi, yang gak bisa ikutan gabung di foto ini.
#MmamaHakimah dan #LaksitaAnindhita berkacamata, mereka dari Surabaya, dengan daerah minor yang berbeda, tetapi keduanya memiliki sifat yang lembut. Berbeda dari image orang Surabaya yang terkesan keras. *tidakuntukmenyudutkanSARA* Mereka juga memiliki sifat yang dewasa, bisa-lah aku belajar dari mereka. Hehe.

Just it, maybe aku bercerita sotoy tentang kalian, tapi ini dari pandanganku. Aku peduli dengan kalian bagaimanapun kalian. Bentuk rupa dan segala sifat, dapat menjadi sebuah inspirasi, semangat, dan pembelajaran, serta tak luput untuk bersyukur. Terimakasih atas semuanya, semoga kerikil masalah tak menjatuhkan kita, dan besarnya 'lithiasis' tak menjadi hambatan untuk terus melanjutkan hari dengan terus mengevaluasi. Salam super.

Senin, 05 November 2012

Minggu dan Selasa yang Cerah


Minggu, 28 Oktober 2012, pagi-pagi aku dan bunda -panggilan @putrindawisty- udah siap-siap mau ke masjid kampus 3 UMM menjalankan kuliah ahad. Jarak menuju masjid terbilang dekat, jadi berangkatnya mepet-mepet jam 7. Tapi sesampainya disana, sepi. Berita setengah buruk dan setengah baik pun menghampiri. "Gak ada kuliah Ahad 3 minggu". Wwoww, "trus tau gitu aku tidur lagi" ngomel tuh bunda. Yasudahlah yaaa, anggep aja sedekah bangun pagi, hehe.

"Mau kemana il?"
"Terserah"
"Pasar minggu yuk."
"Iya deh"



Kami pun meluncur menuju pasar minggu. Jalan cukup longgar, karena banyak warga yang lagi pulang kampung Idul Adha dari Jum'at kemarin. "Coba malang gini terus ya, jalannya gak macet." "Iya, pasti nyaman banget jalan-jalannya." Sambil menikmati udara yang lebih seger dibanding biasanya, bunda konsen nyetir motor dan aku konsen duduk dibelakangnya ala cewek manis. *Alaaaaah -.- 

Sesampainya di jalan ijen, ternyata kami harus jalan kaki menuju pasarnya. Awalnya terpaksa, tapi disyukuri pada tengahnya karena terhitung olahraga ringan. Dan pada akhirnya, sampai juga di pasar. Weww, 'kayak gini ternyata pasar minggu?' tanyaku dalam hati. Maklum, selama di malang belum pernah kesini, dan tiap diajakin kesini pasti gak pernah jadi. (-_-" ) Mungkin ini waktu yang tepat bagiku untuk ke pasar minggu, karena uang yang aku pegang pas-pasan, berarti aku gak bisa beli macem-macem. Alhamdulillah, "ojok boros!"

Rame, penuh, sesak, itu kesanku. Dimulai dari orang, barang, makanan, bahkan hewan, semua ada disini. Pantesan juga jalanan sepi, ternyata pada numpuk disini. Pada hari ini, bertepatan pula hari SUMPAH PEMUDA. "SEMANGAT PEMUDA" pun tergambar dari wajah-wajah yang hadir disini. Haha. Semoga jiwa-jiwa kami terus MUDA sampai tua.  (˘ˬ˘ ∫ƪ) 

Perjalanan kami pun baru dimulai. Jalan melihat barang-barang yang dijual di pasar pun berasa jalan tawaf di Ka'bah, karena harus sempit-sempitan dan pelan banget. Lihat barang dengan leluasa itu hanya impian. *lebay* Yaaaah lumayan sih yaa barang disini, cukup berkualitas dan harga terjangkau. (Anda berminat? Segera hubungi klinik Tongseng di dekat Anda *apa2an ini il?*) Banyak barang yang aku minati, tapi aku berusaha menahannya dengan menghela nafas panjang, aku harus bisa HEMAT ! Keperluanku esok hari akan lebih besar. Betul? Sesampainya di penjual hiasan kupu-kupu, kami tak kuasa menahan rasa untuk tidak membelinya. Dengan keikhlasan melepas uang 5 ribu perak, aku membeli hiasan garden kupu-kupu. Lucu. Dan sebenernya gak ada faedahnya. Tapi demi mempercantik kamar dan memuaskan hasrat jiwa wanita, aku rela. (¬,¬”)


Terus, kulihat-lihat lagi barang yang menggugah nafsu belaka; sepatu, tas, kerudung, makanan, baju; unyu-unyu semua ih, tapi alhamdulillah gak punya uang lebih :) Ketika aku melihat sendal jepit, lagi-lagi aku tak dapat menahan tanganku untuk mengeluarkan uang 10 ribu perak dari kantong tasku. Yasudahlah, sendal itu juga akan aku gunakan untuk berwudhu. Kembali aku harus melepas 5 ribu perak dari genggamanku untuk mendapat 3 buah bross kecil. Ya Allah, ampuni aku, bross itu aku pake untuk mengaitkan kain penutup auratku kok, hehe. (◕‿◕✿)

Ampuni aku ya Allah.

Gak seberapa lagi kita berjalan, kami mendapati penjual kelinci yang sedang sibuk berbicara dengan para calon pembeli. "Ih unyu kelincinya, ini berapa, Pak?" "Itu 55 ribu, yang ini 25 ribu tapi kelinci biasa." "Oh" "Kamu mau beli il?"
"Iya, pengen melihara kelinci, tapi uangku? Apa beli yang 25 ribu ya?"
"Ya terserah."

"Kalo yang ini berapa, Pak?" tanyaku lagi pada penjualnya.
"35 ribu."
"Wah yang ini boleh juga," ungkapku dalam lubuk hati terdalam. Sungguh, aku pengen banget punya temen hewan peliharaan, dan aku pengen tau banget gimana tanggung jawabku terhadap hewan.
"Ini makannya apa, Pak?" tanyaku belum selesai sampai muka si bapak udah menunjukkan kegeramannya.
"Dikasih jagung halus itu, jangan dikasih makan sayur biar gak bau." Aku hanya mengangguk menerima informasi dari beliau. Emang dasar aku ini polos tanpa ada pertanyaan di kepalaku, "Kenapa bisa makan sayur bikin bau?Patofisnya seperti apa?" Gak ada sama sekali. Hampa ini kepala.

(˘_˘")

"Berapa harga makanannya, Pak?"
"Murah kok, cuma 5 ribu," sambil mengambil kantong dan memasukkan 2 kantong makanan dalam kantong plastik hitam itu.
WHAT? Aku belum bilang beli loooh, tapi si bapak udah main bungkus aja. Mungkin si bapak udah capek denger pertanyaanku. Hehe. Terpaksa deh aku untuk berhenti berpikir panjang 'beli atau tidak?!' Dan tentu jawabannya adalah BELI ! Bunda pun berbisik, "aku pengen juga na, tapi uangku tinggal 25, aku pinjem uangmu dong 10 ribu" "Ok" Akhirnya, kami membungkus 2 kelinci imut berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Dengan senang, kami membawanya ke rumah. Sesampainya di rumah, kami bermain-main dengan kelinci itu. Suwer. Kelincinya menggemaskan. Bisa deh dijadikan sebagai teman pelipur lara ~

Subuh Selasa, kamarku terbuka lebar, dan cikundut -nama kelinciku- masuk ke kamarku dan membangunkanku tepat jam 01.34 WIB. Alhasil, aku melek dan aku masukkan cikundut ke kandangnya. Karena kandangnya hanya berbahan kardus, dan tidak tinggi, kelinci itu bisa keluar dari kandang sesuka hati mereka. Setelah itu, aku lanjut tidur. Aku anggep itu menggemaskan karena menurutku, cikundut pengen main sama aku. Paginya, aku melihat cikundut udah keluar lagi. Dia lari sana sini, gak bisa diem dan gak ada capeknya. (۳˚Д˚)۳

Aku yang harus siap-siap ke kampus, mengurus cikundut terlebih dahulu. Namun, tak berlangsung lama, kenyataan pahit harus aku alami. Aku harus berangkat ke kampus segera, dan dodolnya aku, aku membiarkan kelinciku main di luar dan ku tinggal mandi. Karena kelinciku nakal dan gak pandai diem, dia keluar dari pagar rumah dan berjalan ntah kemana. Setelah aku siap berangkat ke kampus, aku sudah tidak mendapati cikundut di halaman. Cuma ada mamundut -kelinci @putrindawisty- yang sedang sibuk makan rerumputan. Aiiihhh, kelinciku mana???????!!! (۳˚Д˚)۳

Aku hanya bisa menghela napas dan berharap dia kembali. Tapi, ternyata tidak.




Ya Allah, aku gak bisa mengurus kelinciku dengan benar, maaf. Maafkan aku yang telah gagal menjaga titipan-Mu. Aku kembalikan dia pada-Mu ya Rabb. Jaga dia dimana pun dia berada, ya Rabb. (˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ)‎
Aku sayang Cikundut, kelinciku sekaligus sahabat kecilku.
Walaupun hanya mengenal sebentar, tapi berasa udah dekeeeet aja. Hehe.

- INH -